SINTANG, ujungjemari.id- Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang memastikan seluruh persiapan Pekan Gawai Dayak (PGD) XIII Tahun 2026 hampir rampung. Agenda budaya tahunan yang akan digelar di Rumah Betang Tampun Juah Desa Jerora I pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu disebut bukan sekadar pesta adat, tetapi juga menjadi momentum menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM dan kuliner lokal.
Ketua DAD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, mengatakan panitia telah bekerja selama beberapa bulan terakhir dan kini seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan telah mencapai 99 persen.
Menurut Jeffray, Pekan Gawai Dayak merupakan wujud pelestarian budaya sekaligus ungkapan syukur masyarakat Dayak atas berkat dan rezeki yang diberikan Tuhan. Nilai tersebut tetap dipertahankan meski penyelenggaraannya kini dikemas lebih modern dengan beragam pertunjukan seni, perlombaan, hingga pameran produk lokal.
“Esensi Gawai Dayak adalah rasa syukur atas berkat Tuhan. Dahulu masyarakat merayakannya setelah panen dengan menikmati hasil ladang bersama. Sekarang semangat itu tetap sama, hanya dikemas dalam berbagai kegiatan budaya yang lebih menarik,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Kabupaten Sintang juga menjadi daerah penutup rangkaian pelaksanaan Gawai Dayak tingkat kabupaten di Kalimantan Barat. Karena itu, DAD berharap penyelenggaraan tahun ini mampu menjadi etalase budaya Dayak sekaligus menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
Jeffray kembali mempercayakan Tony sebagai Ketua Panitia PGD XIII. Keputusan tersebut diambil setelah penyelenggaraan tahun sebelumnya dinilai berjalan sukses, meski masih terdapat beberapa evaluasi yang akan diperbaiki.
“Saya mendapat laporan persiapan sudah 99 persen. Panitia menyatakan siap melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan. Kekurangan yang ada tahun lalu sudah menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kali ini lebih baik,” katanya.
Selain pertunjukan budaya, panitia menyiapkan berbagai perlombaan yang menjadi daya tarik pengunjung. Salah satu yang dipastikan kembali digelar adalah lomba menangkap babi, kegiatan yang sebelumnya selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Tak hanya itu, kawasan Rumah Betang juga akan dipenuhi stan kuliner tradisional dan produk UMKM. DAD menilai kehadiran ribuan pengunjung selama lima hari pelaksanaan akan memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Datanglah beramai-ramai menyaksikan setiap kegiatan budaya, menikmati kuliner khas, sekaligus mendukung UMKM lokal. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Sintang,” ajaknya.
Belajar dari pengalaman beberapa tahun sebelumnya, persoalan kemacetan menjadi perhatian utama panitia. Jeffray mengatakan koordinasi telah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Sintang, Polres Sintang, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Ia menyebut evaluasi penyelenggaraan tahun lalu menunjukkan arus kendaraan sudah jauh lebih tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, panitia menargetkan akses menuju lokasi kegiatan dapat lebih lancar sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan nyaman.
Anggota DPRD Kalbar Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang, aparat keamanan, instansi vertikal, dan para sponsor yang telah mendukung penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak XIII. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, serta semakin memperkuat identitas budaya Dayak sebagai warisan yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.









