SINTANG, ujungjemari.id- Ketimpangan akses listrik di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang masih menjadi pekerjaan besar. Hingga awal 2026, tercatat masih ratusan desa dan dusun belum menikmati aliran listrik dari PLN.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari DPRD Sintang. Lembaga legislatif tersebut mendorong percepatan pemerataan listrik agar seluruh masyarakat bisa merasakan pembangunan yang adil.
Ketua Komisi B DPRD Sintang, Hikman Sudirman, menyampaikan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. Ia menilai, keberadaan listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat di desa.
Menurutnya, masih banyak wilayah yang tertinggal akibat belum tersentuh jaringan listrik. Hal ini berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat yang belum maksimal.
“Masih banyak desa yang belum menikmati listrik. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan,” ujarnya, Selasa 7 April 2026 kemarin.
Ia juga menyoroti tantangan geografis yang menjadi kendala utama pembangunan jaringan listrik di Sintang. Wilayah yang luas dan kondisi medan yang sulit membuat proses pembangunan membutuhkan waktu dan biaya besar.
Meski demikian, Sudir meminta agar upaya percepatan tetap dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk PLN. Ia juga mendorong pemanfaatan energi alternatif sebagai solusi sementara di daerah terpencil.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat desa tidak terus bergantung pada kondisi tanpa listrik. Pemerataan akses dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semua pihak harus bergerak cepat agar masyarakat desa segera merasakan manfaat listrik secara merata,” pungkasnya.









