SINTANG, ujungjemari.id- Kemacetan lalu lintas di Kabupaten Sintang kian menjadi perhatian serius. Titik padat kendaraan mulai dari kawasan Tugu Jam hingga Jalan Lintas Melawi semakin sering dikeluhkan masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak mengatakan kondisi ini harus segera ditangani karena berdampak langsung pada aktivitas warga. Peningkatan jumlah kendaraan setiap tahun tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang masih terbatas.
“Persoalan kemacetan ini sudah sangat terasa, terutama di kawasan Tugu Jam sampai Lintas Melawi,” ujar Rumpak belum lama ini.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang sempit menjadi salah satu penyebab utama kemacetan. Volume kendaraan terus bertambah, sementara infrastruktur belum mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut.
“Jumlah kendaraan meningkat dari tahun ke tahun, tapi kondisi jalan kita masih sempit,” katanya.
Menurutnya, pemerintah pusat melalui Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, telah meninjau langsung beberapa titik kemacetan di Kota Sintang. Dari hasil kunjungan tersebut, muncul sejumlah opsi penanganan yang dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang.
“Ada beberapa opsi yang disampaikan, seperti duplikasi Jembatan Melawi dan pelebaran ruas Jalan Lintas Melawi yang saat ini belum memenuhi standar,” jelasnya.
Selain itu, rencana pembangunan jembatan baru di bagian hulu Sungai Melawi juga menjadi alternatif penting. Jalur tersebut diharapkan bisa mengalihkan arus kendaraan dari Pontianak menuju Kapuas Hulu agar tidak lagi melewati pusat Kota Sintang.
“Kalau jembatan di hulu itu terbangun, kendaraan dari Pontianak ke Kapuas Hulu tidak perlu lagi lewat kota,” ungkapnya.
Rumpak menyebut, rencana penanganan kemacetan di kawasan Lintas Melawi saat ini sudah masuk tahap perencanaan. Ia berharap proses tersebut bisa segera direalisasikan agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat.
“Untuk Lintas Melawi sudah direncanakan, sekarang dalam proses. Kita tentu sangat berterima kasih kepada Pak Lasarus atas perhatian ini,” pungkasnya.










