IPM Sintang Perlu Perbaikan Serius

oleh
Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak

SINTANG, ujungjemari.id- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sintang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu segera dibenahi. Kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya keterbatasan pada sektor pendidikan dan kesehatan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, menyampaikan bahwa peningkatan IPM tidak bisa dilakukan secara parsial. Perbaikan harus mencakup berbagai aspek penting yang menjadi indikator utama, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, fakta di lapangan masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi belum optimalnya layanan dasar.

“Kita masih menemukan guru honor dengan gaji sekitar 500 ribu rupiah. Bahkan di beberapa posyandu, alat dasar seperti timbangan bayi juga belum tersedia. Padahal itu penting untuk memantau tumbuh kembang anak,” ungkap Rumpak, Jumat 27 Maret 2026 kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik dan kurangnya fasilitas kesehatan dasar menjadi persoalan yang harus segera ditangani. Kondisi ini berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Upaya perbaikan, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun kebijakan yang tepat serta didukung oleh alokasi anggaran yang cukup.

“Peningkatan IPM harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur kesehatan, kualitas pendidikan, hingga dukungan anggaran yang memadai,” jelasnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberi perhatian terhadap persoalan ini. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dinilai penting agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Kita berharap semua ini menjadi perhatian bersama, agar ke depan pembangunan bisa berjalan lebih baik dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *