SINTANG, ujungjemari.id- Pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah kecamatan Serawai dan Ambalau, Kabupaten Sintang, masih berjalan, namun mengalami keterlambatan akibat kondisi musim kemarau. Distribusi yang biasanya mengandalkan jalur sungai kini lebih banyak beralih ke jalur darat.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sintang, Rudy Andryas, mengatakan kondisi ini sudah sering terjadi saat kemarau. Jalur air yang surut membuat angkutan BBM harus mencari alternatif lain agar pasokan tetap tersedia.
“BBM itu tetap masuk ke Serawai Ambalau, tapi memang cukup lambat karena situasi kemarau. Angkutan sekarang banyak lewat jalur darat,” ujar Rudy Andryas, Jumat 27 Maret 2026 kemarin.
Wakil rakyat dari dapil Serawai-Ambalau ini menjelaskan, perubahan jalur distribusi tersebut berpengaruh terhadap waktu tempuh pengiriman. Kondisi tersebut juga berdampak pada harga BBM di tingkat pengecer yang menjadi lebih tinggi dari biasanya.
“Harga di pengecer memang lumayan tinggi, tapi masyarakat juga memahami kondisi ini. Yang penting BBM tetap ada,” katanya.
Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut cenderung bisa menerima situasi yang terjadi karena faktor alam. Ketersediaan BBM menjadi hal utama dibandingkan harga, selama kebutuhan tetap terpenuhi.
Selain BBM, distribusi gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon juga mengalami kondisi serupa. Pasokan tetap tersedia, namun waktu pengiriman menjadi lebih lama.
“Gas melon juga tetap masuk, hanya saja sampainya agak lambat kalau musim seperti ini,” ungkapnya.
Politisi partai Nasdem ini menambahkan, untuk menjangkau wilayah kecamatan hingga desa, distribusi tetap mengandalkan jalur sungai menggunakan perahu kecil atau speed boat. Jika kondisi semakin sulit, jalur darat tetap diupayakan meski dengan berbagai keterbatasan.
“Kalau ke daerah, tetap pakai perahu kecil atau speed. Kalau sudah sulit, jalur darat dipaksa supaya bisa sampai,” jelasnya.
Rudy berharap kondisi ini bisa segera membaik agar distribusi energi kembali lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kita harap ke depan distribusi bisa lebih lancar,” pungkasnya.










