Realisasi APBD Sintang 2025 Capai Target

oleh

SINTANG, ujungjemari.id- Pemerintah Kabupaten Sintang memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang menunjukkan capaian positif di sejumlah sektor. Laporan ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD sebagai bagian dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menjelaskan bahwa secara umum komponen APBD terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah yang seluruhnya terealisasi dengan baik.

“Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,046 triliun atau sekitar 98,90 persen dari target yang telah ditetapkan,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Ia merinci, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru melampaui target. Dari target Rp229,8 miliar, realisasi mencapai Rp259,2 miliar atau sebesar 112,79 persen.

“Ini menunjukkan kinerja pendapatan daerah cukup baik dan melampaui target yang direncanakan,” katanya.

Sementara itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi terealisasi sebesar Rp1,78 triliun atau 97,16 persen dari target.

Pada sisi belanja, realisasi mencapai 89,23 persen dari total anggaran yang tersedia. Dari anggaran Rp2,27 triliun, terealisasi sebesar Rp2,03 triliun.

Ia menjelaskan bahwa belanja operasi menjadi komponen terbesar, dengan realisasi mencapai Rp1,38 triliun atau sekitar 90,45 persen.

“Belanja modal juga terealisasi cukup baik, mencapai Rp258,4 miliar atau sekitar 90,45 persen dari anggaran,” jelasnya.

Untuk belanja tidak terduga, realisasi sangat kecil yakni hanya 0,04 persen. Sedangkan belanja transfer mencapai Rp391 miliar atau sekitar 83,77 persen dari anggaran.

Pada komponen pembiayaan daerah, realisasi bahkan melampaui target. Dari anggaran Rp205,5 miliar, realisasi mencapai Rp206,4 miliar atau 100,42 persen.

“Penerimaan pembiayaan daerah terealisasi penuh, sementara pengeluaran pembiayaan mencapai 88,88 persen,” ujarnya.

Ia menilai capaian ini menjadi gambaran kinerja pengelolaan keuangan daerah selama tahun 2025. Pemerintah daerah berharap hasil ini dapat menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan efektivitas anggaran di tahun berikutnya.

“Harapan kami, pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin baik dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *