SINTANG, ujungjemari.id- Ancaman kemarau panjang yang diprediksi terjadi mulai April hingga Oktober berpotensi mengganggu pasokan bahan bakar minyak di Kabupaten Sintang. Wakil Ketua Komisi A DPRD Sintang, Rudy Andryas, meminta pihak Pertamina menyiapkan langkah antisipasi agar distribusi BBM dan gas tetap lancar.
Ia mengingatkan kondisi surutnya Sungai Kapuas bukan hal baru. Setiap tahun, penurunan debit air kerap menjadi kendala utama pengiriman BBM melalui jalur sungai. Kapal pengangkut minyak tidak dapat melintas jika kedalaman air kurang dari empat meter.
“Pertamina pernah menyampaikan bahwa suplai BBM ke Sintang terkendala karena air Kapuas surut. Kapal tidak bisa lewat kalau perairan dangkal,” kata Rudy di DPRD Sintang Jumat, 27 Maret 2026.
Saat ini kondisi serupa mulai terlihat. Sungai Kapuas kembali mengalami penurunan permukaan air. Situasi tersebut diperparah dengan prediksi kemarau panjang dari BMKG yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Rudy menilai Pertamina harus memiliki strategi yang matang untuk menghadapi kondisi ini. Ia mengingatkan bahwa peristiwa seperti ini terjadi berulang setiap tahun, sehingga langkah antisipasi seharusnya sudah dipersiapkan sejak awal.
“Kalau air surut, Pertamina pernah menggunakan mobil tangki dari Pontianak ke Sintang. Cara ini harus dioptimalkan agar suplai tidak terganggu,” ujarnya.
Menurutnya, pengiriman melalui jalur darat perlu diperkuat, termasuk menambah jumlah armada angkutan. Upaya tersebut penting agar distribusi BBM tidak terlambat dan masyarakat tidak mengalami kelangkaan.
Politisi Partai Nasdem ini juga menyoroti potensi antrean panjang di SPBU jika pasokan tersendat. Kondisi tersebut tentu akan berdampak pada aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“Kita tidak ingin BBM terkesan langka dan antrean di SPBU menjadi panjang. Ini harus diantisipasi sejak sekarang,” ucapnya.
Selain BBM, pasokan gas juga menjadi perhatian. Wakil rakyat dari dapil Kecamatan Serawai dan Ambalau ini berharap Pertamina dapat mengambil langkah cepat agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Kita berharap Pertamina memikirkan langkah cepat agar suplai BBM dan gas tetap aman,” pungkasnya.










