SINTANG, ujungjemari.id- Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, meminta camat, lurah, dan kepala desa di seluruh Kabupaten Sintang untuk segera menghimpun data valid warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ia menargetkan data tersebut sudah tersedia paling lambat April 2026.
Permintaan ini disampaikan Florensius Ronny saat memimpin Rapat Koordinasi Program Ketahanan Pangan Jagung di Desa yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Selasa, 27 Januari 2026. Rapat tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang dan dihadiri 14 camat, perwakilan Polres Sintang, Bulog Sintang, serta sejumlah OPD terkait.
Florensius Ronny menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang di bawah kepemimpinan Bala–Ronny membutuhkan data kemiskinan yang benar-benar riil dan bersumber langsung dari pemerintah desa. Menurutnya, data statistik dari lembaga resmi memang tersedia, namun belum cukup menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
“Kalau mau, saya bisa ambil data dari BPS, angkanya sekitar 7 sampai 8 persen masyarakat Sintang hidup di bawah garis kemiskinan. Tapi yang kita mau adalah data real dari desa, siapa orangnya dan apa penyebabnya,” ujar Florensius Ronny.
Ia menjelaskan, sebagian besar penyebab kemiskinan di Sintang berasal dari faktor kesehatan dan sosial, seperti penyandang disabilitas, warga yang mengalami sakit permanen, serta keterbatasan sumber daya manusia. Selain itu, kondisi keluarga seperti janda atau duda dengan jumlah tanggungan anak yang banyak juga menjadi faktor utama.
Wabup Sintang menegaskan bahwa kelompok masyarakat inilah yang harus menjadi prioritas perhatian pemerintah. Mereka harus dipastikan menerima bantuan, baik melalui BLT, PKH, maupun dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
“Saya tidak mau ada warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah. April 2026 datanya harus ada, supaya solusi dan bantuannya bisa kita siapkan,” tegasnya.










