Dorong Investor Bantu Pembangunan Infrastruktur

oleh
Ketua Komisi B DPRD Sintang, Hikman Sudirman

SINTANG, ujungjemari.id- Keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang. Kondisi ini semakin berat setelah adanya pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), sehingga kemampuan APBD untuk membiayai pembangunan semakin terbatas.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman menilai peran perusahaan yang berinvestasi di daerah harus ditingkatkan untuk membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur.

“APBD kita terbatas, ditambah lagi ada pemangkasan TKD. Jadi kita berharap perusahaan yang berinvestasi di Sintang bisa ikut berkontribusi,” ujar Sudir, Kamis 26 Maret 2026.

Ia mengatakan, kehadiran perusahaan di Sintang tidak hanya mengambil manfaat dari sumber daya yang ada, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor infrastruktur.

Menurutnya, pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di wilayah yang masih sulit dijangkau.

“Banyak daerah yang masih butuh perhatian. Infrastruktur ini penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Sudir menilai kontribusi perusahaan dapat dilakukan melalui program tanggung jawab sosial atau kerja sama langsung dengan pemerintah daerah. Peran tersebut dinilai sangat membantu di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini.

“Perusahaan bisa ambil bagian melalui program yang ada. Ini bukan hanya membantu pemerintah, tapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengingatkan bahwa sinergi antara pemerintah dan investor perlu dibangun dengan baik agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan merata.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memudahkan koordinasi dan pelaksanaan program di lapangan.

“Kalau ada kerja sama yang baik, pembangunan bisa lebih cepat dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Sudir berharap perusahaan yang beroperasi di Sintang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, termasuk kondisi infrastruktur yang digunakan setiap hari oleh masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan investor bukan sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun daerah.

“Harapan kita, perusahaan tidak hanya fokus pada usaha, tapi juga ikut membangun Sintang,” tegasnya.

Ia optimistis, jika semua pihak bergerak bersama, keterbatasan anggaran tidak akan menjadi penghambat utama dalam pembangunan.

“Kalau kita saling mendukung, pembangunan tetap bisa berjalan dan dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *