SINTANG, ujungjemari.id- Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi lahan untuk pembangunan sekolah Rakyat, yaitu di Sungai Ringin dan di Kecamatan Dedai. Pembangunan Sekolah Rakyat ini sebagai bagian dari upaya memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Lahannya sudah kita siapkan. Tinggal menunggu proses pembangunan dari kementerian terkait, khususnya Kementerian Sosial yang akan membangun Sekolah Rakyat ini,” kata Kartiyus, Jumat 7 November 2025 kemarin.
Ia menjelaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat berbeda dengan Sekolah Garuda. Sekolah Garuda ditujukan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan bersekolah dalam sistem asrama unggulan. Namun untuk memperoleh Sekolah Garuda, pemerintah daerah harus menyediakan lahan minimal 10 hektar. Menurutnya, penyediaan lahan seluas itu di kawasan kota menjadi tantangan karena keterbatasan ketersediaan tanah.
“Sementara Sekolah Rakyat ini memang diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga miskin. Mereka berasrama dan mendapatkan makan tiga kali sehari. Semua kebutuhan ditanggung oleh negara. Ini program yang sangat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Kartiyus menambahkan bahwa luasan lahan yang disiapkan di Sintang sekitar delapan hektar di setiap lokasi. Lahan tersebut akan segera diproses sertifikatnya oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah agar menjadi aset resmi pemerintah daerah. Setelah itu, pembangunan dapat dilakukan ketika persetujuan program keluar dari pemerintah pusat.
“Kalau sertifikatnya sudah selesai, kita tinggal menunggu persetujuan dan penetapan pembangunan. Harapan kita pembangunan bisa dimulai paling tidak tahun depan,” ujarnya.
Kartiyus juga mengungkapkan bahwa kebutuhan lahan untuk berbagai program pemerintah semakin meningkat. Termasuk program Koperasi Merah Putih yang membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi untuk setiap gerai koperasi. Dengan jumlah koperasi yang banyak, pemerintah daerah harus bekerja keras dalam memastikan ketersediaan lahan.
“Kita ini ada 391 desa, memang kita agak berat sekarang karena hampir semua program butuh tanah. Tapi ini demi kepentingan masyarakat kita sendiri,” kata Kartiyus.
Ia berharap seluruh program dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sintang.
“Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, dan anak-anak kita bisa sekolah dengan layak,” pungkasnya.










