Sikapi Kecelakaan DAMRI, DPRD Sintang Minta Cek Kelayakan Kendaraan Diperketat

oleh
Anggota DPRD Sintang Fraksi Nasdem, Rudy Andryas

SINTANG, ujungjemari.id- Kecelakaan bus DAMRI rute Sintang-Pontianak pada Minggu, 5 April 2026 di wilayah Sanggau menyisakan duka. Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa terjadi di jalur turunan Penyeladi yang dikenal sempit dan berliku. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang membutuhkan kewaspadaan tinggi bagi setiap pengemudi. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Rudy Andryas, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia berharap keluarga korban diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan,” ujarnya, Senin 6 April 2026.

Rudy juga menegaskan pentingnya memastikan setiap kendaraan umum dalam kondisi layak sebelum beroperasi. Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.

“Bus DAMRI dan angkutan umum lainnya harus dipastikan layak operasional. Pemeriksaan kendaraan harus dilakukan secara rutin,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi jalan di daerah masih banyak yang sempit dan memiliki risiko tinggi. Karena itu, pengemudi diminta lebih berhati-hati saat berkendara.

“Pengemudi harus lebih waspada. Banyak ruas jalan kita sempit, jadi perlu kehati-hatian saat berkendara,” ucapnya.

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah, operator, maupun pengemudi. Pengawasan dan tanggung jawab harus ditingkatkan agar keselamatan lebih terjamin.

“Ini harus jadi perhatian bersama. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” katanya.

Politisi Partai Nasdem ini berharap ke depan tidak ada lagi kecelakaan serupa yang menimbulkan korban jiwa. Upaya pencegahan dinilai penting agar masyarakat merasa aman saat menggunakan transportasi umum.

“Kita semua tentu berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *