SINTANG, ujungjemari.id- Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, membuka kegiatan manasik haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sintang, Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini diikuti calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Sintang serta sejumlah pemateri dan undangan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan telah menetapkan dua orang pendamping bagi calon jamaah haji berdasarkan usulan Bagian Kesra Setda Sintang. Ia berharap pendamping tersebut dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Saya yakin yang dipilih sudah yang terbaik. Pendamping harus bertanggung jawab terhadap calon jamaah haji dan menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Bupati juga berharap kegiatan manasik haji dapat memberikan pemahaman yang mudah diterima oleh peserta. Materi yang disampaikan diharapkan tidak hanya lengkap, tetapi juga mudah dipahami.
“Saya berharap manasik ini bisa memberikan pemahaman yang jelas kepada seluruh peserta. Sampaikan materi dengan baik agar mudah dipahami,” katanya.
Ia mendoakan seluruh peserta diberikan kelancaran selama mengikuti manasik hingga pelaksanaan ibadah haji. Ia juga berharap seluruh calon jamaah haji asal Sintang dapat berangkat sesuai rencana.
“Yang sudah mengikuti manasik ini, saya berharap semuanya bisa berangkat,” ucapnya.
Selain itu, Bupati meminta Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sintang terus memberikan solusi bagi calon jamaah, termasuk terkait daftar tunggu. Ia juga berharap ke depan kuota haji untuk Sintang dapat ditambah.
“Kalau bisa, kuota haji untuk Sintang ke depan dapat ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sintang, Koliq, mengingatkan peserta agar mengikuti manasik dengan serius agar memahami tata cara ibadah haji.
“Ikuti kegiatan ini dengan baik agar saat pelaksanaan nanti bisa berjalan lancar,” katanya.
Ia juga menyampaikan kondisi global saat ini tetap menjadi perhatian. Meski kawasan Timur Tengah sedang dilanda konflik, pelaksanaan ibadah haji masih berjalan sesuai rencana.
“Informasi sementara, pelaksanaan haji tetap berjalan. Namun jika kondisi tidak memungkinkan, tentu akan ada penyesuaian,” jelasnya.
Koliq menambahkan jumlah calon jamaah haji Kabupaten Sintang tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlahnya mencapai 130 orang, sementara tahun ini hanya 35 orang.
“Kuota sekarang berbasis provinsi. Untuk Kalbar juga mengalami penurunan, dari sekitar 2.500 menjadi 1.859 orang,” pungkasnya.









